Skip to main content

another daughter's fear

Dan untuk yang pertama kalinya, pembicaraan mengenai perihal itu keluar dari mulut sosoknya...

Selama kurang lebih 4 bulan menginjak suatu fase kehidupan yang satu tingkat lebih tinggi dibanding sebelumnya dan mengalami berbagai dinamika pendewasaan yang mungkin ketika dibayangkan rasanya seperti tidak bisa menjalaninya,
membuat saya tersadar
ternyata memang saat ini, saya sedang menderapkan langkah kaki saya pada suatu fase kehidupan yang akan menjadi gerbang menuju terlepasnya saya dari kedua sosok yang seumur hidup telah menjadi tempat saya bergantung.

Dan ketika sosok lelaki itu membicarakan tentang kehidupan yang nantinya akan menjadi prioritas baru saya--bahkan melebihi prioritas terhadap keduanya--walau hanya sekejap,
air mata saya leleh.
Lagi-lagi, mungkin saya takut untuk lepas dari sosoknya
dan atau
saya takut bahwa tidak ada satu pun laki-laki yang bisa mengalahkan sosoknya di dunia ini,
yang berhak menurunkan tingkatannya dalam prioritas untuk saya taati dan patuhi sepanjang hidup saya.

Comments

Popular posts from this blog

Hai. :) Di sini jam 3.49 ketika saya mulai menulis ini. Dan tebak, sepagi ini kebahagiaan saya sudah hampir mewujud lengkap. Kebahagiaan yang lengkap ini, yang terakhir kali saya rasakan 6 bulan yang lalu. Saya sedang dalam perjalanan semacam 6 bulan yang lalu itu... Perjalanan membelah jalanan lengang dengan langit yang masih gelap ikut mengarak. Udara dingin yang menusuk tulang, tapi justru kehangatan luar biasa yang dirasakan saat ini. Jok depan terisi. Ya, kedua-duanya. Dengan laki-laki itu di kursi sebelah kanan. Terimakasih ya Allah, telah Engkau bawa pulang kembali laki-laki kami. Dan, perjalanan ini pun sejatinya adalah untuk menjemput satu laki-laki lainnya lagi. Sudah m enapaki jalanan Pajajaran . Tunggu kami . S ekitar 30 menit lagi , dan lengkaplah sudah kebahagiaan saya . N.b. SELAMAT ULANGTAHUN, RATU ADILAH AULIA GHINATRY! Semoga umur 10 membawa Ghina menjadi semakin sholehah dan selalu menjadi kebanggaan kami. I may not show it at all to you, bu...

Menghitung

Hujan Bulan Juni tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu -Sapardi Djoko Damono- ___________ Ternyata hanya sesekali saja datangnya hujan bulan Juni. Bahkan di penghujungnya, tidak ada satu rintik pun yang turun ke bumi, yang dapat menjadi penutup paling menenangkan dalam rentang 30 hari ini. Dan , Selamat datang Juli , bu lan dengan begitu banyak jawaban atas berbagai penantian .

Pelabuhan Terbaik

Satu hal yang selalu menghambat saya untuk memulai setiap cerita adalah sulitnya untuk merangkai kata-kata permulaan itu. Dan itu pun terjadi untuk yang satu  ini, yang seharusnya sejak puluhan hari yang lalu sudah mampu terangkai. So here I am. Kepada hari dan malam yang menjadi saksi, di sini saya sekarang menerima jawaban atas apa yang selama ini diperjuangkan. Kepada setiap bulir air mata yang membayar segala keletihan, di sini saya sekarang menyadari bahwa saya telah berada di tempat terbaik yang selama beberapa bulan sebelumnya masih berupa temaram. Kepada dua orang yang paling saya cintai di dunia ini dan para sahabat, dan semua yang telah mengalunkan doa indah agar saya sampai di tujuan utama, maaf karena saya ternyata tidak sampai di sana. Saya memang tahu ke mana arah perahu saya ingin saya labuhkan, tapi hembusan angin dan alur gelombangnya bukan bagian saya untuk mengaturnya. Saya telah berlabuh. Dan Dia Yang Maha Baik ternyata melabuhk...