Skip to main content

Rinai untuk Sahabat

Semburatnya kini merekah lagi
Cahayanya kini menyorot lagi
Senandungnya kini mengalun lagi
Cemerlangnya kini mengerlip lagi
Senyumnya kini melengkung lagi

Rengkuhannya kini seluas jagat raya

Kelabunya
Gelapnya
Hilangnya
Sesatnya
Sangsinya
Limbungnya
Ratapnya
Berganti seluruh

Semoga terpelihara
selama hayat
Biarkan
Tuhan
turunkan lindung-Nya
bagi
insan
yang simpuh pada-Nya
berjuang
dan
yakin
akan janji-Nya


___________________________________
teruntuk sahabat-sahabat,

1 Maret 2015
-Sylvi Noor Alifah-

Comments

Popular posts from this blog

Sabtu Pertama Saya

Hari ini, jadi Sabtu pertamanya saya tidak menjejakkan kaki ke sekolah dan kelas yang luar biasa itu. Ini jadi Sabtu pertamanya saya tidak bertemu lagi dengan mereka. Satu minggu berlalu, dan saya semakin tau bahwa begitu besar energi yang telah mereka ciptakan pada diri saya. "Teruntuk Indah, terimakasih sudah jadi teman belajar yang sangaaat pandai dan paling cepat perkembangannya. Terimakasih untuk sepucuk surat di Sabtu terakhir pengajaran waktu itu, yang membuat aku bingung harus menjawab apa dan membuat aku menahan bulir hangat di sudut mata aku, karena ternyata kamu nulis ini : 'Kakak mau pergi ke mana?' .. Teruntuk Restu, terimakasih sudah jadi teman belajarku yang luar biasaaa rajinnya, yang gak pernah gak masuk sekali pun selama belajar sama aku. Terimakasih sudah jadi yang paling penurut dan suka bikin aku terharu sendiri, dan juga yang paling sabar menghadapi teman-teman kelas 1 lain yang suka iseng. .. Teruntuk Salehah, terimakasih sudah jadi teman bel...

Kamu adalah Magis

Kamu adalah magis yang merinai seketika keharuan dalam tangis yang mendebar jiwa bahagia memecah jeda Kamu adalah magis yang memaksa lisan merapal kembali doa dalam relung yang membawa pulang sekelumit rasa lalu meruah lampaui segala Dan Kamu adalah magis untuk setiap yang tampaknya selalu mengusai untuk setiap yang ternyata menyusup kembali yang membuat Aku tak mampu berkutik lagi-lagi