Skip to main content

Rebas Rasa Selumbari

Ucapkan maaf
Pada dirimu
Yang tak jua rela
Membiar lepas

Ucapkan jangan
Pada hatimu
Yang tertumpu bimbang
Menggerai rekam

Usaikan tentang
Pada pahammu
Untuk mengantar lesap
Setiap yang tersemat

Abaikan lalu
Setiap laju
Yang temui persimpangan
Yang ditarik lagi kerisauan

Sumbatkan rapat
Setiap celah
Agar tak disambangi
Rebas rasa selumbari

Kendalikan penuh
Sepasang sayapmu
Agar tak melambungkanmu
Pada satu
yang mengoyak keindahannya
____________________

20 Maret 2015,
Sylvi Noor Alifah

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hai. :) Di sini jam 3.49 ketika saya mulai menulis ini. Dan tebak, sepagi ini kebahagiaan saya sudah hampir mewujud lengkap. Kebahagiaan yang lengkap ini, yang terakhir kali saya rasakan 6 bulan yang lalu. Saya sedang dalam perjalanan semacam 6 bulan yang lalu itu... Perjalanan membelah jalanan lengang dengan langit yang masih gelap ikut mengarak. Udara dingin yang menusuk tulang, tapi justru kehangatan luar biasa yang dirasakan saat ini. Jok depan terisi. Ya, kedua-duanya. Dengan laki-laki itu di kursi sebelah kanan. Terimakasih ya Allah, telah Engkau bawa pulang kembali laki-laki kami. Dan, perjalanan ini pun sejatinya adalah untuk menjemput satu laki-laki lainnya lagi. Sudah m enapaki jalanan Pajajaran . Tunggu kami . S ekitar 30 menit lagi , dan lengkaplah sudah kebahagiaan saya . N.b. SELAMAT ULANGTAHUN, RATU ADILAH AULIA GHINATRY! Semoga umur 10 membawa Ghina menjadi semakin sholehah dan selalu menjadi kebanggaan kami. I may not show it at all to you, bu...

Menghitung

Hujan Bulan Juni tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu -Sapardi Djoko Damono- ___________ Ternyata hanya sesekali saja datangnya hujan bulan Juni. Bahkan di penghujungnya, tidak ada satu rintik pun yang turun ke bumi, yang dapat menjadi penutup paling menenangkan dalam rentang 30 hari ini. Dan , Selamat datang Juli , bu lan dengan begitu banyak jawaban atas berbagai penantian .

Draft 8 Februari : Sehari Sebelum Keberangkatan Kembali

Ini adalah tentang pasir putih yang menempel manja di sela-sela jari kaki, tentang debur ombak hangat di pantai timur Jawa Barat. Tentang buih-buih halus yang dihasilkan ganasnya gelombang, tentang bahagia yang diwakilkan seluncur pertama dan tawa riang. Ini adalah tentang renjana yang datang dari perantau pertama, yang terwujud dan merupa kelegaan hati bagi keempat lainnya. Meleburkan rindu yang membatu, mengikis jarak yang setiap enam bulannya mengerak. *** Ini adalah tentang sebuah perjalanan dan pengalaman pertama, tentang suatu mimpi yang selalu tersimpan, yang menjelma nyata bahkan tanpa pernah terbayangkan. Tentang megahnya alam yang terjelajahi, tentang pijakan perdana di ketinggian beribu kaki. Ini adalah tentang pesona yang membuat jiwa tak ingin pergi lagi darinya, tentang keindahan yang dirasakan segenap indera,  yang rasanya selalu ingin dibawa pulang. Tentang gemintang di langit jernih, tentang keheningan hutan mati yang menenan...