Skip to main content

Menghitung

Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
-Sapardi Djoko Damono-
___________
Ternyata hanya sesekali saja datangnya hujan bulan Juni.
Bahkan di penghujungnya, tidak ada satu rintik pun yang turun ke bumi,
yang dapat menjadi penutup paling menenangkan dalam rentang 30 hari ini.
Dan,
Selamat datang Juli,
bulan dengan begitu banyak jawaban atas berbagai penantian.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hai. :) Di sini jam 3.49 ketika saya mulai menulis ini. Dan tebak, sepagi ini kebahagiaan saya sudah hampir mewujud lengkap. Kebahagiaan yang lengkap ini, yang terakhir kali saya rasakan 6 bulan yang lalu. Saya sedang dalam perjalanan semacam 6 bulan yang lalu itu... Perjalanan membelah jalanan lengang dengan langit yang masih gelap ikut mengarak. Udara dingin yang menusuk tulang, tapi justru kehangatan luar biasa yang dirasakan saat ini. Jok depan terisi. Ya, kedua-duanya. Dengan laki-laki itu di kursi sebelah kanan. Terimakasih ya Allah, telah Engkau bawa pulang kembali laki-laki kami. Dan, perjalanan ini pun sejatinya adalah untuk menjemput satu laki-laki lainnya lagi. Sudah m enapaki jalanan Pajajaran . Tunggu kami . S ekitar 30 menit lagi , dan lengkaplah sudah kebahagiaan saya . N.b. SELAMAT ULANGTAHUN, RATU ADILAH AULIA GHINATRY! Semoga umur 10 membawa Ghina menjadi semakin sholehah dan selalu menjadi kebanggaan kami. I may not show it at all to you, bu...

Draft 8 Februari : Sehari Sebelum Keberangkatan Kembali

Ini adalah tentang pasir putih yang menempel manja di sela-sela jari kaki, tentang debur ombak hangat di pantai timur Jawa Barat. Tentang buih-buih halus yang dihasilkan ganasnya gelombang, tentang bahagia yang diwakilkan seluncur pertama dan tawa riang. Ini adalah tentang renjana yang datang dari perantau pertama, yang terwujud dan merupa kelegaan hati bagi keempat lainnya. Meleburkan rindu yang membatu, mengikis jarak yang setiap enam bulannya mengerak. *** Ini adalah tentang sebuah perjalanan dan pengalaman pertama, tentang suatu mimpi yang selalu tersimpan, yang menjelma nyata bahkan tanpa pernah terbayangkan. Tentang megahnya alam yang terjelajahi, tentang pijakan perdana di ketinggian beribu kaki. Ini adalah tentang pesona yang membuat jiwa tak ingin pergi lagi darinya, tentang keindahan yang dirasakan segenap indera,  yang rasanya selalu ingin dibawa pulang. Tentang gemintang di langit jernih, tentang keheningan hutan mati yang menenan...