Skip to main content

Posts

Saya Melangkah Lebih Ringan

Ternyata sudah terlalu banyak tulisan yang cuma berakhir di draft. Huft segitu sibuknya kah sampe tulisan-tulisan aja tidak diselesaikan. Janji kok tapi, insyaAllah semuanya bakal dirampungkan dan dilepaskan. Banyak yang terjadi selama ini, dan memang nyatanya semua masih perlu saya abadikan dalam kata. Dan sekarang mau sedikit bercerita tentang seminggu ini... Hmmm bagaimana lagi saya harus menggambarkan betapa baiknya Allah sama saya selama ini. Betapa selama ini sebenarnya Allah telah memberikan berbagai perlindungannya terhadap saya. Sebanyak apapun wujud syukur saya, tidak akan pernah sebanding dengan perlindungan-Mu ini ya Allah. Terimakasih untuk sepotong senja yang dihadirkan, yang mungkin awalnya membuat saya menderai lagi tapi kini justru hal itulah yang membuat saya melangkah lebih ringan sekarang. Saya tidak memungkiri, senja itu saya sesenggukan lagi. Saya tidak bisa memperdengarkan tangis yang satu itu. Saya tidak bisa bercerita mengenai perkara ini kepad...
Terimakasih ya Allah, telah engkau lindungi hati hamba untuk yang ke sekian kalinya. Jauhkan, lindungi, bentengi hati hamba dari segala perasaan yang melebihi kecintaan hamba kepada-Mu
Hai. :) Di sini jam 3.49 ketika saya mulai menulis ini. Dan tebak, sepagi ini kebahagiaan saya sudah hampir mewujud lengkap. Kebahagiaan yang lengkap ini, yang terakhir kali saya rasakan 6 bulan yang lalu. Saya sedang dalam perjalanan semacam 6 bulan yang lalu itu... Perjalanan membelah jalanan lengang dengan langit yang masih gelap ikut mengarak. Udara dingin yang menusuk tulang, tapi justru kehangatan luar biasa yang dirasakan saat ini. Jok depan terisi. Ya, kedua-duanya. Dengan laki-laki itu di kursi sebelah kanan. Terimakasih ya Allah, telah Engkau bawa pulang kembali laki-laki kami. Dan, perjalanan ini pun sejatinya adalah untuk menjemput satu laki-laki lainnya lagi. Sudah m enapaki jalanan Pajajaran . Tunggu kami . S ekitar 30 menit lagi , dan lengkaplah sudah kebahagiaan saya . N.b. SELAMAT ULANGTAHUN, RATU ADILAH AULIA GHINATRY! Semoga umur 10 membawa Ghina menjadi semakin sholehah dan selalu menjadi kebanggaan kami. I may not show it at all to you, bu...
Pada embun di pucuk harusnya tak usah dipersangkakan Pada debu di lembayung harus nya tak usah dipertanyakan Memang sudah seharusnya berhenti Hilang Terlepas Ditumpas Baur membiasa Leleh menjadi tawar Luntur menjadi pudar

Jejak

Menapaki jejak terdahulu. Terbang jiwa menuju suatu waktu. Saya tak ingat, purnamakah atau hanya separuh saja bulan menampakkan dirinya saat itu? Yang saya ingat, setelah hari yang melelahkan itu hanya lengang yang melebur bersama deru angin malam. Sesungguhnya nyamankah satu sama lainnya hanya mendengar nyanyian jalanan, senyap? Masih saya pertanyakan, apa yang sebenarnya melintas di pikiran masing-masingnya? Terekamnya sedikit konversasi yang bisa saya ulangi dengan runtut dan persis. Satu per satu kalimatnya tentang mimpi dan cita-cita, beserta satu kalimat yang paling dominan bersuarakan kekhawatiran, mungkin? Hari yang sudah berat. Terasa menjadi bertambah berat setelahnya. Sebab perasaan tidak enak yang menelusup. Sebab disadarinya perangai yang bukan seperti biasanya. Sesal jadinya yang menghampiri. Seperti sudah mengambil keputusan yang salah, walau mungkin saat itu tidak terpikirkan akan sejauh dan selama ini menghuninya di memori. Maaf sudah merepotkan. Karena sunyi saya...