Skip to main content

Posts

Ter-ada-ada-aja siang ini adalah menemukan blog seseorang yang isinya menceritakan beberapa orang yang familiar, sangat familiar. Beberapa orang...favorit. Dan kemudian secara spontan ada yang ngalir. Udah taulah alurnya gimana. Saya terharu, terlampau terharu. Dan saya sendiri bingung kenapa semenyenangkan sekaligus semengharukan itu membacanya. Mungkin memang sayanya aja yang juga sedang terlampau merindukan beberapa dari mereka ya? Semoga aja saya gak payah ya karena belum banyak bertemu mereka di rentang Juli sampai September ini.
Untuk setiap abjad yang teruntai menjadi beribu kata; untuk setiap kata yang tertulis, terhapus, kemudian tertulis kembali mencipta beralinea narasi; untuk setiap rima dan larik yang mewakili segala ungkapan dan cerita yang tanpa terasa mengalun mewujud berbait sajak; Ternyata, tanpa Kamu sadari sebagian besarnya Kamu buat untuk pertahananmu, sebagian besarnya Kamu ciptakan untuk mencoba tutupi apa yang sebenarnya Kamu rasakan, dan betapa tidak besar hatinya Kamu untuk sekedar mengakui bahwa sebagian besarnya adalah tentang Kamu sendiri. Atau Kamu memang hanya mencoba mengingatkan dirimu sendiri? Dengan menghadirkan "Dia" buatanmu sendiri, atau sama seperti kalimat-kalimat yang sedang kamu tulis ini, "Kamu" (dan beberapa "Dia"-mu) sesungguhnya tertuju pada "Aku"

alien

mungkin dalam duniamu yang terdalam hanya segelintir saja yang mampu bersemayam dan segala hiruk pikuk yang kamu sambangi, setiap kelimun yang kamu silakan bersandang diri, bahkan belum separuhnya berhasil menyelami sampai bagian jiwamu yang terhakiki mungkin dalam kontemplasimu yang termakrifat hanya satu-dua saja yang mampu memahami sampai hilang sekat dan setiap kesibukan dunia yang kamu perhatikan, sesederhana angin yang membelai manja kehidupan, atau serumit perkara hati yang kadang kamu tertawakan, sekedar saja maknanya untuk ribuan yang ritmenya tak padan lalu kamu pun tersadar selalu ada ruang suar yang sanggup isyaratkan terangnya hanya ketika kamu terjaga semalaman memainkan rima dan kata yang kamu harap terbaca sampai mampu buktikan kapasitasnya namun yang juga kamu sembunyikan setengah mati sampai tidak ada satu kerlingan pun yang meliriki

Kamu adalah Magis

Kamu adalah magis yang merinai seketika keharuan dalam tangis yang mendebar jiwa bahagia memecah jeda Kamu adalah magis yang memaksa lisan merapal kembali doa dalam relung yang membawa pulang sekelumit rasa lalu meruah lampaui segala Dan Kamu adalah magis untuk setiap yang tampaknya selalu mengusai untuk setiap yang ternyata menyusup kembali yang membuat Aku tak mampu berkutik lagi-lagi
You were about to cry in front of the class while the presentation, and even the whole class thought you had been crying. You cried in the middle of the talk that actually had nothing to cry about, with the people who saw your tears for the first time. And you cried over something that wasn't worth it, asked for forgiveness over something you didn't actually understand why you were guilty, and you admitted that you cried when even it wasn't seen. How could you act foolish and let yourself seemed so frail? How could these last weeks become such of your weakness revelation? And now, how can you fix all the things you need to fix? Have you done the right things, or you just made yourself utterly ridiculous?